Thursday, February 09, 2012

~DAH FINISH EXAM!!! YA-ERM-HOO???~

BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
(Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH HIWABARAKATUH
(Salam Sejahtera Keatas Kamu Semua)


YES!!! erm.... HOORAY!!! erm... Exams are over... for the 1st semester of my medical school life.. everybody is having a blast... there's no more papers, no more reading and no more slides of cells to observe and appreciate. Yahoo and hooray.... but... why i don't feel the delightfullness.. everybody is jumping for joy, laughing out loud and having plan with friends...

maybe, i feel a little bit down because, well, i think, wait, not think but know, that i didn't do well in every paper. a little heart broken.. well, i did spent the past few weeks (2 and 1/2 weeks actually) staying in the musollah in the college and cracking my brain. but i don't know, i know that many thing i didn't know, its a lot. i'm not being pessimistic (though most of my friends kept saying i am) but i know i didn't well. Plus, i did blank on my last paper and ospe. urghhhh...

or maybe, another theory, because for the semester break i will not have the chance to go back home in Kedah and actually spend a little time with my dearest friends from my high school years. i miss them so dearly. most of you guys might say "dude, what about your family"... well my answer would, "well dudes, my family is staying near me in KL, so i got to see them at least thrice or twice in a week just by calling them." well, i have a home in Kedah which where i originate from and another house which my dad rented due to he is working in KL. well, back to my friends, urghhh, missing them so much...

another theory, still about a friend. we fought, and now, we are no longer friends. it's kinda hurts because he's really a guy to has as a friend. well, why did we fought, mostly its my fault. and i had hunch that he maybe and possible will not forgive me, EVER!!! it the truth (maybe) and it hurts, just by thinking about. i just hope, he forgave me before anything either happen to me or him, because thinking about our akhirat, it is a sin to break one relationship with another... 

well, thats all theory i had why i can't actually crack up smile for my superb ending of exams.. and another i really hope, that not just me, but all of my comrades will good grades for our final exams... 



FIN

Tuesday, February 07, 2012

~DON'T JUMP TOO HIGH~

BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
(DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH, MAHA PENYAYANG)

ASSALAMUALAIKUM WARRAHMATULLAH HIWABARATUH
(SALAH SEJAHTERA KEATAS KAMU SEMUA)

HELP ME FIND MY WAY
Well, am I lost? Sesatkah aku??? Well, it a sort of twisted way, I am... Dalam mencari identiti diri.aku masih sesat, masih kabur. how did I noticed this... well... follow the following conversation <skit ja conversation tuh>

“Kami nie pon bukan pandai sangat bab agama nie. Duk tengah duk mencari diri lagi nie.”

“Yelah, bukan korang jer. Aku pon sama gak. Aku pon tengah dok mencari diri nie. Mencari identiti diri. 
Mencari diri sebagai seorang Islam”

“Eh3!!! Kalu ko tengah mencari diri, kami nie pulak, bukan tengah mencari diri, duk tunggu orang suruh kami cari”

“Tapi dalam mencari diri tuh, kena la slow2, jangan terlalu rapid sangat”

“Betul2 aku pernah dengar Prof. Kita kata, ‘don’t jump too high, you will ended up falling hard ”

“A’ah, betul2, kalu nak berubah, kena ada step2 dia, jangan main terus berubah all of a sudden”

“tengok cam kami, tak bukan takat short jump, tak jump2 lagi pon” dan mereka semua ketawa.

Itulah sedikit sebanyak perbualan antara sahabat2 aku sementara menunggu masa nak tengok wayang. Wow, perbualan yang agak hebatkan. Aku yang berada bersama ditepi mereka hanya diam seribu bahasa. Tak berani nak kata apa2. Yelahkan, aku pon seperti mereka juga. Sedang mencari diri.

Tapi agak menyentap perasaan dan jiwa apabila one of them mengambil kata2 Prof. yaitu ‘Don’t jump too high, you will end up falling hard’. Dan aku mula berfikir, selepas tengok wayang <yelah duk tengah kusyuk focusing on the story>, aku mula berfikir about. Thinking and thinking.

Did I jump too high? Did I change to rapidly? And i start to wonder. Sepanjang perjalanan after that  ‘gathering’ with my friends, the whole trip dari Jalan Imbi ke Kl Sentral <monorel> then dari Kl Sentral ke Putrajaya <train ERL>, I keep on pondering on  myself a.k.a muhasabah diri.

Did I really jump so high?

Did I really change too fast?

Nak taw kenapa soalan nie bermain di benak mindaku. Well, through the whole semester, learning and befriended new people, you started to change perspective towards life. Tambah2 dapat kawan yang alim. 

You really started to think about your dunia and akhirat, about your life in the afterlife. Thinking about weather amalan dah cukup ka belum nak masuk syurga.  And you start to change, well I think I wanna change, for the better.

But, suddenly, things, bad things, alot of bad things, started to happen. Jadi mula la stress dan mula la nak jatuh. Alhamdulillah, dapat bangun semula. Thanks to my friends and to ALLAH who give them to me. Then jatuh lagi and bangun. Jatuh dan bangun.  Dan sekali jatuh dan bangun semula. Sampai la ke saat aku menulis blog ini.

Alhamdulillah sahabat2ku bersamaku dan seiring denganku mengharungi dugaan tersebut. Aku masih ingat mesej salah seorang sahabatku beri kepada aku<bukan ingat, simpan sebenarnya>

"Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang akan menyertai. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti ramai yang tertarik padanya. Tapi hakikatnya perjuangan bukan begitu,turun naiknya, sakit pedihnya umpama kemanisan yang tak terhingga, andai rebah bangkitlah semula dan andai terluka ingatlah janjinya."

That is one of many messages he sent me. Sedikit sebanyak it’s reminds me that walaupun i’m trying to change to a better muslim, theres is ups and downs, there are trials and tribulations, its hard but worth it if we remember ALLAH’s promises.

But,somehow, since that day, the quote ‘don’t jump too high, you will fall hard’ still in some sort of way still bothers me. And the fact I a message from my friends that mu abrupt changes make him feel low. It’s not the fact that he said that I’m making him feel low, but the fact that he said that i change abruptly.
Hurm... pening2... apa2 pon, i kept on praying and praying for ALLAH’s guidance...

In a sense, yes I am lost yet I am not.... Twisted....hehe

A thought to remember... "Don't jump too high, you might ended up falling hard" 

FIN

(sorry to much mixing between english and malay. dalam mencari diri untuk menulis ini, aku tercari2 nak guna bahasa yang mana. maaf yerk)

Wednesday, January 18, 2012

~SENYUM~

BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
(Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH HIWABARAKATUH
(Salam Sejahtera Keatas Kamu Semua)
 
~SENYUM~

Hai sahabat2.... apa khabar semua... insyaALLAH sihat semuanya... hari ini, ana ingin bercakap tentang senyum... haha... jom sahabat mari kita senyum.... SENYUM....

Haha... pernah ana pergi satu kem yakni Kem Kembara Medik, penceramah bagi kem itu menyatakan bahawa jika kita senyum, ia akan membuat badan kita release endorphins yang akan membuat kita lebih alert dan lebih tumpu perhatian. oleh itu, kalau dalam kelas atau kuliah, kalau rasa2 nak ngantuk tuh, senyum la, senyum ramai pon bagus...

(^_^)

satu lagi sebab untuk senyum adalah, senyuman tu kan satu sedekah. haha... tuh peluang untuk dapat pahala tuh datang berguling ja... cukup senang, cukup simple, cukup mudah dan cukup segala bagai... tenaga pon kurang guna... just smile... an honest one please... jadi mari la ramai2 kita senyum...

Ana sejak kebelakangan ini, ana sering senyum... SENYUM memanjang... haha... ana senyum sampai sahabat2 ana rasa pelik ngan ana. Ada yang cop ana nie mystery... mystery?? selalunya kalu senyum sorang2 nie kena cop gila tapi lain pula dapat... xpa la, mystery pon mystery lah....

the main reason ana senyum adalah sebab, ofcoz la sebab nak bagi sedekah kat semua orang ka....woha!!! haha... tapi, bagi ana, apabila ana senyum, ana rasa hilang masalah... hilang skit la masalah... jadi bila ana senyum, ana rasa happy sangat, maybe sebab endorphin di'release'kan kot. tapi, seyezly ana cakap, ana memang rasa sedikit happy dan tenang apabila ana senyum... jadi senyum sokmo....

itu bagi ana, tapi bagi sahabat, apa sahabat rasa apabila sahabat senyum... =D

MANIS X SENYUMAN SAYE

SENYUM SOKMO
~Sekian~

Monday, January 16, 2012

~KEKHILAFANKU~

BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
(Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH HIWABARAKATUH
(Salam Sejahtera Keatas Kamu Semua)

Apa khabar sahabat2 semua, sihatkah. kalu sihat, alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH, kalu x, alhamdulillah juga, kerana ALLAH sedang menguji kalian dan mengikut kisah salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W, apabila kita ditimpa suatu dugaan seperti demam atau penyakit, itu bermaksud gugurlah dosa2 kamu. maka bersabar lah dengan setiap dugaan dihadapi, insyaALLAh ada hikmahnya....

SABAR

Minggu nie, bermulanya minggu study week aku, tapi,huhu, sedih bukan kepalang, aku demam dan migrain. Dalam erti kata laen, nak study agak susah kerana, aku xleyh nk fokus serta faham/hafal. Tapi, xpalah, ALLAH Maha Mengetahui, mungkin ada pengajaran disebalik kesakitan yang aku alami.

Hurm, entry post ari nie adalah tentang kekhilafan ataw kesalahan.

Yup, I have made a mistake in my life. 'A', opps, silap, I have made mistakes in my life. Nak taw x kenapa aku nk bercakap tentang kekhilafan pada entry ini, the story goes like this.

Sunday, January 15, 2012

~MARAH!!!~

Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH

Wahai sahabat-sahabat, apa khabar semua. insyaALLAH semua sihat sejahtera, bukan sahaja dari segi jasmani tetapi juga rohani. Tapi kalau tak sihat, doa2 lah agar ALLAH menyembuh sahabat sekalian, amin. Wah, dah agak lama aku tak buat post baru, hehe, bukan apa, malas, stress dan buzy sangat.
              
Well, dah alang2 aku nak blogging, aku ingat nak menulis satu karya, tetapi, tetiba hilang ilham. Tapi ilham datang balik bila aku ‘muhasabah’ diri dan imbas kembali beberapa aktivit minggu yang lalu, last2 aku teringat, aku da marah kat seorang akhi nie. Aku cuba lawan perasan tersbut, tetapi last2 prsan sedeyh pula yang datang. Akhirnya, aku menangis dek perasan sedeyh dan marah yang bergolak dalam hati.

Berbalik kepada soal marah ini, aku ada terbaca satu hadith…

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya “Tidak ada keberanian yang paling disukai oleh Allah S.W.T selain dari keberanian hamba menahan kemarahan. Tidaklah seorang hamba itu menahan kemarahannya melainkan Allah S.W.T. akan mengisi dadanya dengan keimanan.”
Riwayat Ibn Abi Dunya…

Terbaca sahaja hadith nie, aku pon tersenyum lah… bukan sebab pa, aku dapat satu ilmu hari tersebut. Akibat ilmu yang kurang di dada atas kejahilan diri seniri, aku pon cuba la mencari huraian skit tentang hadith tersebut…

Beginilah huraiannya….

1)Menahan perasaan marah, memaafkan kesalahan orang lain dan berlaku ihsan adalah antara sifat yang mesti dipupuk dalam diri setiap manusia kerana ia boleh menambahkan keimanan. Tambahan pula, sifat2 tersebut adalah sifat mahmudah…
                                                                                                                  
2) Marah umumnya menunjukkan sifat seorang yang lemah kerana gagal mengawal emosinya sendiri. Ia merupakan tabiat yang sukar dihapuskan. Apabila marah, kedua mata menjadi merah, urat leher pula kelihatan timbul. Oleh itu Rasulullah mengatakan bahawa kemarahan itu adalah bara api di dalam hati anak Adam dan ia datangnya daripada syaitan yang dijadikan daripada api di mana api hanya dapat dipadamkan dengan air. Maka Rasulullah s.a.w menasihatkan apabila marah, hendaklah seseorang itu berwudhuk. Oleh itu, kalau tetiba rasa marah tuh, terus la ambil wudhuk….

3) Imam al-Ghazali pula berkata:” Kemarahan manusia itu bermacam-macam- macam. Setengahnya cepat marah tetapi cepat tenang. Setengahnya pula lambat marah dan lambat pula tenang dan setengah yang lain pula, lambat marah tetapi cepat tenang. Maka yang ketiga inilah yang paling terpuji.” Sahabat2 skalian, yang mana satu…??

4) Tidak semua kemarahan itu dilarang oleh Islam. Marah perlu ada terhadap perkara yang tidak disukai yang menyalahi kebenaran sebagaimana yang diajarkan oleh agama atau perkara yang terang-terang dilarang agama di mana kita dilarang mendiamkan diri jika kehormatan peribadi dan agama dihinakan

Itulah sedikit sebanyak yang aku dapat kongsi bersama sahabat2 skalian. insyaALLAH kita dapat sedikit pengajaran dari hadith tersebut. Ingat, kalu rasa marah, cepat2 la ambil wudhuk.hehe… dan, cuba lah untuk kawal emosi…

Itulah setakat ini, harap dapat beramal dengan ilmu yang aku share hari ini….

ANGRY!!!

Wednesday, January 04, 2012

~PERSOALAN???~

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Bismillah al-Rahman al-Rahim…

Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih, Maha Penyayang...

Apa yang para pembaca bakal membaca dibawah merupa bukan dari tulisan aku sendiri, tetapi, aku copy and paste sahaja… tak salahkan kalu nak sebarkan ilmu ALLAH… hehe… kalu kalian nak tahu, persoalan2 dibawah ini sebenarnya pernah aku bertanya pada diriku. Syukur Alhamdulillah, setelah mendapat jawapan dari sahabat,abang senior serta ustaz di kolejku, aku ter serempak blog ini dekat facebook…. Hehe, cam aku kata kan tadi, tak salahkan nak sebar ilmu ALLAH… hehe.. harap2 pembaca dapat sedikit sebanyak ilmu dari pembacaan dibawah…

ADAKAH AKU SUDAH DIKIRA BERIMAN?

yup, a good question, berimankah aku. pernah soalan ini berlegar2 diminda aku. berimankah aku? yelahkan, dengan gaya hidup entah apa2, sering lagha, banyak membuang masa, sering mengambaikan ikhtilat antara kaum adam dan hawa. berimankah aku? alhamdulillah, setelah aku ditimpa dugaan yang bagi aku amat berat, aku mula sedar akan kesalahan diri, aku mula berubah sedikit demi sedikit. solat tuh cuba dikusyukkan, doa sering diamalkan dan al-quran cuba dipahamkan (kalu baca tapi tak paham no use ma...)... tetapi, aku terpikir, berimankah aku dengan semua perkara ini. aku mula sedar setelah aku mula diduga dengan dugaan yang bagi aku, hehe, beratlah, takkan ringan. erm, ikhlas kah aku beramal nie, kenapa aku masih diduga sebergini. kemudian, aku mula jumpa jawapan dikalangan sahabat2 ku. alhamdulillah, inilah jawapannya....

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Surah Al-Ankabut:2-3)

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

yang nie lagilah... aku sering berdoa agar masalah yang aku hadapi selesai dengan cara yang baik serta segera. tetapi, setelah sebulan, masalah tersebut masih tidak selesai, malah makin teruk. astaga. aku hanya mampu beristigfar sahaja. iman aku naik turun memikirkannya. aku berdoa dan berdoa. last2 alhamdulillah doa aku dijawab dalam satu ceramah di adakan di kolejku...

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah Al-Baqarah:216)

KENAPA BERAT UJIAN INI?

 bagai dihempap dengan batu yang besar dan berat, aku mengeluh tiap2 hari... aku meminta kepada ALLAH janganlah uji aku dengan ujian luar kemampuanku. erghhhh, tiap2 hari menghadapinya, bagaikan azab. tapi, dalam sesi usrahku, semasa mendengar tazkirah yang diberi oleh naqibku, baru aku sedar. seorang sahabat aku juga pernah berkata "stop sayaing 'i cant'.. you can, you just chose not to.."

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Surah Al-Baqarah:286)

RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?

Frust? Tension? Lose confidence? weyh, aku pernah hadapi semua tuh... pernah, waktu time iman tengah down gila, aku rasa cam nk lompat dari tingkat 4, biar hilang semua masalah aku, tapi, bila pikir balik, kalu mati pon, nak kena jawab dengan malaikat pulak, kena seksa dalam kubur lagi, sedangkan pahala pon lom tentu banyak, dosa tuh maybe lah... rasa lemah, yup, selalu, tambah2 seminggu nie, kalu nmpk muka masam gila tuh, paham2 la... tapi nasib baik, da sahabat dan senior yang mampu beri semangat... tak lupa juga ibu bapa dan sibling yang slalu menyokong aku... tak lupa jua kepada ALLAH, Yang Maha Memberi Hidayah.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Surah Al-Imran:139)

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

HOW??? hehe, cam besa la, nasihat2 yang selalu diterima, eh jap, yang wajib diterima adalah sabar, ingat ALLAH, selalu bergantung kepada ALLAH, berdoa, jaga solat dan semua yang sewaktu dengannya....

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya mencapai kemenangan).” (Surah Al-Imran:200)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” (Surah Al-Baqarah:45)

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

Seperti biasa, bagi semua muslimin serta muslimat, aim yang utama adalah syurga ALLAH dan dapat lihat muka ALLAH. yup, jika kita berjaya mengharungi dugaan ALLAH dengan tabah, sabar dan ikhlas, insyaALLAH itulah ganjaran kita... wallah huallam...

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Surah At-Taubah:111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

need i say more.... ayat tersebut banyak menerangkannya....

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (Surah At-Taubah:129)

ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!

hehe, yang nie, time iman tengah lemah tuh, inilah yang kita pikir, bosan lah, tak tahan lah... tapi dugaan yang kita terima sikit sangat... belum lagi berperang, baru masalah peribadi... bersabar jelah, istiqamah lah, dan jangan futhur dalam perjuangan.. ehem kita tengah belajar nie dikira berjuang dan berjihad la sahabat sekalian...

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (kerana) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Surah Al-Kahfi:28)

Sunday, January 01, 2012

~SAAT PEMERGIAN PEMIMPIN YANG AGUNG~


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah;

“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” 

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat Penghantar Wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat rasa maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan-akan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” – “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan, “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku…” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma solli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi… Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.