Showing posts with label ~AGAMA~. Show all posts
Showing posts with label ~AGAMA~. Show all posts

Monday, January 16, 2012

~KEKHILAFANKU~

BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
(Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH HIWABARAKATUH
(Salam Sejahtera Keatas Kamu Semua)

Apa khabar sahabat2 semua, sihatkah. kalu sihat, alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH, kalu x, alhamdulillah juga, kerana ALLAH sedang menguji kalian dan mengikut kisah salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W, apabila kita ditimpa suatu dugaan seperti demam atau penyakit, itu bermaksud gugurlah dosa2 kamu. maka bersabar lah dengan setiap dugaan dihadapi, insyaALLAh ada hikmahnya....

SABAR

Minggu nie, bermulanya minggu study week aku, tapi,huhu, sedih bukan kepalang, aku demam dan migrain. Dalam erti kata laen, nak study agak susah kerana, aku xleyh nk fokus serta faham/hafal. Tapi, xpalah, ALLAH Maha Mengetahui, mungkin ada pengajaran disebalik kesakitan yang aku alami.

Hurm, entry post ari nie adalah tentang kekhilafan ataw kesalahan.

Yup, I have made a mistake in my life. 'A', opps, silap, I have made mistakes in my life. Nak taw x kenapa aku nk bercakap tentang kekhilafan pada entry ini, the story goes like this.

Wednesday, January 04, 2012

~PERSOALAN???~

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Bismillah al-Rahman al-Rahim…

Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih, Maha Penyayang...

Apa yang para pembaca bakal membaca dibawah merupa bukan dari tulisan aku sendiri, tetapi, aku copy and paste sahaja… tak salahkan kalu nak sebarkan ilmu ALLAH… hehe… kalu kalian nak tahu, persoalan2 dibawah ini sebenarnya pernah aku bertanya pada diriku. Syukur Alhamdulillah, setelah mendapat jawapan dari sahabat,abang senior serta ustaz di kolejku, aku ter serempak blog ini dekat facebook…. Hehe, cam aku kata kan tadi, tak salahkan nak sebar ilmu ALLAH… hehe.. harap2 pembaca dapat sedikit sebanyak ilmu dari pembacaan dibawah…

ADAKAH AKU SUDAH DIKIRA BERIMAN?

yup, a good question, berimankah aku. pernah soalan ini berlegar2 diminda aku. berimankah aku? yelahkan, dengan gaya hidup entah apa2, sering lagha, banyak membuang masa, sering mengambaikan ikhtilat antara kaum adam dan hawa. berimankah aku? alhamdulillah, setelah aku ditimpa dugaan yang bagi aku amat berat, aku mula sedar akan kesalahan diri, aku mula berubah sedikit demi sedikit. solat tuh cuba dikusyukkan, doa sering diamalkan dan al-quran cuba dipahamkan (kalu baca tapi tak paham no use ma...)... tetapi, aku terpikir, berimankah aku dengan semua perkara ini. aku mula sedar setelah aku mula diduga dengan dugaan yang bagi aku, hehe, beratlah, takkan ringan. erm, ikhlas kah aku beramal nie, kenapa aku masih diduga sebergini. kemudian, aku mula jumpa jawapan dikalangan sahabat2 ku. alhamdulillah, inilah jawapannya....

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Surah Al-Ankabut:2-3)

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

yang nie lagilah... aku sering berdoa agar masalah yang aku hadapi selesai dengan cara yang baik serta segera. tetapi, setelah sebulan, masalah tersebut masih tidak selesai, malah makin teruk. astaga. aku hanya mampu beristigfar sahaja. iman aku naik turun memikirkannya. aku berdoa dan berdoa. last2 alhamdulillah doa aku dijawab dalam satu ceramah di adakan di kolejku...

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah Al-Baqarah:216)

KENAPA BERAT UJIAN INI?

 bagai dihempap dengan batu yang besar dan berat, aku mengeluh tiap2 hari... aku meminta kepada ALLAH janganlah uji aku dengan ujian luar kemampuanku. erghhhh, tiap2 hari menghadapinya, bagaikan azab. tapi, dalam sesi usrahku, semasa mendengar tazkirah yang diberi oleh naqibku, baru aku sedar. seorang sahabat aku juga pernah berkata "stop sayaing 'i cant'.. you can, you just chose not to.."

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Surah Al-Baqarah:286)

RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?

Frust? Tension? Lose confidence? weyh, aku pernah hadapi semua tuh... pernah, waktu time iman tengah down gila, aku rasa cam nk lompat dari tingkat 4, biar hilang semua masalah aku, tapi, bila pikir balik, kalu mati pon, nak kena jawab dengan malaikat pulak, kena seksa dalam kubur lagi, sedangkan pahala pon lom tentu banyak, dosa tuh maybe lah... rasa lemah, yup, selalu, tambah2 seminggu nie, kalu nmpk muka masam gila tuh, paham2 la... tapi nasib baik, da sahabat dan senior yang mampu beri semangat... tak lupa juga ibu bapa dan sibling yang slalu menyokong aku... tak lupa jua kepada ALLAH, Yang Maha Memberi Hidayah.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Surah Al-Imran:139)

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

HOW??? hehe, cam besa la, nasihat2 yang selalu diterima, eh jap, yang wajib diterima adalah sabar, ingat ALLAH, selalu bergantung kepada ALLAH, berdoa, jaga solat dan semua yang sewaktu dengannya....

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya mencapai kemenangan).” (Surah Al-Imran:200)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” (Surah Al-Baqarah:45)

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

Seperti biasa, bagi semua muslimin serta muslimat, aim yang utama adalah syurga ALLAH dan dapat lihat muka ALLAH. yup, jika kita berjaya mengharungi dugaan ALLAH dengan tabah, sabar dan ikhlas, insyaALLAH itulah ganjaran kita... wallah huallam...

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Surah At-Taubah:111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

need i say more.... ayat tersebut banyak menerangkannya....

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (Surah At-Taubah:129)

ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!

hehe, yang nie, time iman tengah lemah tuh, inilah yang kita pikir, bosan lah, tak tahan lah... tapi dugaan yang kita terima sikit sangat... belum lagi berperang, baru masalah peribadi... bersabar jelah, istiqamah lah, dan jangan futhur dalam perjuangan.. ehem kita tengah belajar nie dikira berjuang dan berjihad la sahabat sekalian...

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (kerana) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Surah Al-Kahfi:28)

Sunday, January 01, 2012

~SAAT PEMERGIAN PEMIMPIN YANG AGUNG~


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah;

“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” 

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat Penghantar Wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat rasa maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan-akan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” – “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan, “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku…” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma solli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi… Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

Wednesday, December 28, 2011

~Learn Something From Your Life~




 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Alhamdulillah, sudah siap satu perjuangan... hehe... dah selesai eom 3 which is module membrane n receptor. Hehe... setelah bertarung ‘maut’, bersengkang mata, menangis meroyan sebab tak paham, gila2 study pharmacology and physiology, last2, aku concludekan nak hafal drug2 dalam pharmacology ja.... dan last2, muahaha, memang cukup xboleyh belah, hanya keluar 10% ja pharmaco, yang laen suma physio...

Terbaek kan.... very terbaek....

Haha.... habis ja EOM for membrane n receptor, datang la module yang baru, which is metabolism... haha... nk kena taw metabolism of carbohydrates, protein n fatty acid... ZZZZZ... aku seriouzely xpaham apa Dr cakap kat depan lecture hall tuh... ternganga luas ja time lecture.... Cori cycle n Kreb cycle pon dh ak lupa... huhu...

An again, terbaek.... the most terbaek.....

Hidup aku memang terumbang-ambing.... menarikkan hidup aku....

Yes... yesss.... yezza.... cukup menarik....

Hehe... as a conclusion, aku melarikan diri dari dunia KTSN dan dunia UKM.... aku cuba memisahkan diriku dari dunia aku duk sekarang dan berhijrah sekejap beberapa jam ke tempat laen... tempat mna, hehe, sahabat2 aku pon xtaw n still wondering....

Yup2, memang best petang tuh... the very best... i got to revisit my matric life n my high school life... aku sekarang memang merindui zaman2 kanak2 ribena ku... yup, matric n high school life ak memang ak bleyh katakan zaman kanak2 ribena koz mmg nampak clear ak xmatang langsung... n bila mengimbas kembali, ak mampu ketawa dan menangis dalam waktu yang sama...

This b’coz, time tuh la banyak sungguh kenangan manis... very sweet memory... lebeyh manis dari gula... tetapi semanis kurma... huhu... naseb baek kwn2 ak da simpan gambar... bleyh ak tengok n renung puas2...
Yang bab nangis pulak, sebab ak bawu sedar n nmpk apa yg ak xsedar n xnampak seblom ini... but it is too late... too late to go back n change it... eh, mana bleyh kan...hehe... but masih boleyh imbas kembali n buat pedoman agar tak berlaku lagi... by means, not making history repeat itself...

Haha... nak dekat pukui 6.30 tuh, seyezly, ak xnak balik kolej lagi, rasa cam berat sangat kaki nk melangkah, apatah lagi hati yang kian berat... tapi, life must go on as people say... huuhuu... ak hanya mampu beroda sahaja... doa agar aku xbuat kesilapan yang lampau dalam masa depan.... doa agar dipermudahkan perjalanan hidupku... doa agar ak ditempatkan dikalangan orang yg beriman.... doakan senjata umat Islam...hehe.... dan berdoa agar doa aku dimakbulkan ALLAH...

Itulah comparison antara hidup ak sekarang n hidup ak zaman dulu... dulu, stress tuh skit n measurable... tp skrang, urghhh.... very high.... orang maybe xnampak (or maybe nampak), aku senyum, aku ceria ak happy, tapi dalam hati, huhu, hanya ALLAH taw...  comparison.... argghhh... really mizz my matric life n high school life....

Huuhuu, sabar2... sabar2... sabar jelah... itulah jelah yang ak bleyh wat... dan itulah nasihat sahabat2 aku... hehe...
huhu, dapat la aku belajar something about my life....muhasabah diri...

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” – Surah Aali Imran : Ayat 146

Monday, December 19, 2011

~IKHLASKAH KITA???~


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Ikhlaskah kita? Hurmm.... Ringkas sahaja soalan tersebut, ikhlaskah kita? Bolehkah para pembaca sekalian menjawab persoalan tersebut. Tahukah para pembaca apakah itu ikhlas?

Para pembaca yang budiman, konsep ikhlas ini amat penting dalam kehidupan harian kita kerana ia menjadi penentu kepada samada amalan kita diterima atau ditolak oleh Allah S.W.T.

Maksud ikhlas adalah membuat sesuatu amalan hanya berpaksikan untuk menerima keredhaan Allah, tanpa dicampuri urusan dunia seperti kecenderungan kepada dunia, untuk kepentingan diri, kerana kedudukan, harta benda, supaya dihormati oleh orang ramai, tidak ingin dicela, kesombongan yang terselubung, atau kerana alasan-alasan lain yang tidak terpuji. Yakni, dengan erti kata lain, ikhlas adalah melakukan amalan kerana Allah.

 
Oleh itu, segala amalan serta jihad, yang kita laksanakan hendaklah berniatkan keikhlasan kepada Allah, dan hanya mengharap akan keredhaanNya. Semua perkataan, amalan dan jihad tidak memandang kepada sebarang keuntungan, kemegahan, gelaran, kedudukan terkemuka atau mundur.

Firman Allah swt di dalam surah Al-An’am 162-163 yang bermaksud :




Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.


Tiada sekutu bagiNya, dan dengan yang demikian sahaja aku diperintahkan, dan aku (di antara seluruh umatku) adalah orang Islam yang awal pertama - (yang berserah diri kepada Allah dan mematuhi perintahNya)"

Sudahkah kalian, para pembaca budiman telah memahami apakah erti itu ikhlas. Jadi, sudahkah terjawab persoalan, ikhlaskah kita? Sebelum saudara serta saudari menjawab persoalan tersebut, saya ingin membawa kalian kepada situasi zaman sekarang.

Ikhlaskah kita? Ikhlaskah kita menghulurkan sedekah kepada fakir miskin? Ikhlaskah kita bertadarus Al-Quran pada bulan Ramadhan yang lalu. Ikhlaskah kita menjalinkan hubungan persahabatan. Dan ikhlaskah kita melaksanakan ibadah puasa serta ibadah-ibadah lain semasa bulan Ramadhan yang lalu.

Seringkali saya pulang ke rumah menaiki bas dari sesuatu destinasi, dan seringkali juga saya melihat situasi yang sama, yakni, suasana peminta sedekah atau panggilan lebih comel baginya iaitu pengemis, mengemis di perhentian bas. Paling menyedihkan, apabila golongan tersebut, menghulurkan tangan meminta sedikit wang, ada dikalangan mereka hanya menjeling tajam, malah ada yang memarahi mereka. Ya Allah, sedangkan Rasulullah S.A.W; kekasih Allah, tidak pernah memarahi serta menghampakan pengemis, inikan pula kita, hanya hamba Allah yang biasa.

Rasulullah S.A.W tidak pernah menghampakan sesiapa sahaja yang datang mengadu masalah kepadanya. Sehinggakan jika orang yang datang itu meminta sesuatu yang tidak dapat Rasulullah S.A.W berikan, Baginda akan menyuruh orang itu mendapatkannya di pasar. Beli secara hutang dan hutang itu akan dibayar oleh Baginda nanti.

Lihatlah pembaca sekali, mengapakah tidak kita mencontohi sikap Rasulullah yang mulia itu. Tinggi pahala orang yang memberi sedekah. Saya sedih melihat apabila mereka menuduh para pengemis ini merupakan dibawah sindiket. Astaga, tidak baik melontarkan tuduhan yang melulu. Cuba kalian fikirkan, masihkah kita ikhlas menghulurkan sedekah apabila terdapat sedikit keraguan didalam hati sanubari kita.

Rezeki datang bergolek wahai para pembaca budiman, itu pun kita tidak mahu ambil peluang. Usahlah difikir samada mereka dari sindiket ke apa, hulur sahaja, dengan berpaksikan niat kerana Allah. Lebih sedih apabila saya lihat, budaya memberi sedekah hanya direlakan pada bulan Ramadhan, berpaksikan sebab beramal di bulan Ramadhan lebih tinggi ganjaran pahalanya. Aduh, memberi sedekah semata-mata ganjaran pahala? Ikhlaskah bersedekah tuh? Kemana perginya niat kerana Allah.

Situasi sama juga dengan perihal bertadarus al-Quran, bersolat, menjalinkan hubungan persahabatan dan lain-lain lagi. Mengapakah hanya bertadarus al-Quran hanya pada bulan Ramadhan, sedangkan pada bulan-bulan lain seperti Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Syawal, Dzulkhaidah dan Dzulhijjah, tidak tersentuhnya kitab tersebut, apatah lagi membacanya? Sama juga dalam solat serta amalan lain.



Jadi, sudahkah kalian menjawab persoalan, Ikhlaskah kita? Tepuk dada, tanya iman.....
Sekian,
wabillahi taufik walhidayah
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(Maaf jika terkasar bahasa ataw terdapat sedikit kesalahan disini, jika ada yang salah, tolong komen dan beritahu saya, saya seorang yang baru belajar dan ilmu yang kurang, insyaallah.)